Sunday, 22/4/2018 UTC+0
Brigade Infantri 7

[vc_row][vc_column][vc_empty_space][thb_title style=”style2″ icon=”” title=”SEJARAH BRIGIF 7 / RIMBA RAYA”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_separator color=”green” border_width=”3″][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Sejarah Brigif 7 / Rimba Raya – Brigade Infanteri 7/Rimba Raya merupakan salah satu satuan yang membawahi tiga satuan Tempur setingkat Batalyon yang organik administrasi berada di bawah Kodam I/Bukit Barisan.

Sebagai salah satu satuan Organik Kodam I/BB dituntut untuk memiliki kemampuan agar dapat melaksanakan tuas-tugas yang diberikan, baik tugas pertempuran, tugas pembinaan teritorial, maupun tugas lain sesuai dengan kebijaksanaan dari Komando Atas.

Agar satuan dapat melaksanakan tugas pokok dan mencapai sasaran yang diharapkan perlu adanya pembinaan secara terus-menerus meliputi bidang taktik / tehnik, disiplin, moral dan jiwa korsa baik secara perorangan maupun satuan.

Bertitik tolak kepada upaya pembinaan tersebut diatas diharapkan kepada kemampuan satuan yang ingin dicapai maka salah satu wujud pembinaan yang tidak dapat diabaikan adalah memelihara dan meningkatkan jiwa korsa dengan melaksanakan pembinan mental tradisi secara terus-menerus dan berlanjut, oleh karenanya agar terdapat suatu pedoman dalam melaksanakan pembinaan maka disusunlah prosedur tetap pembinaan tradisi satuan yang merupakan salah satu petunjuk untuk mencapai sasaran pembinaan jiwa korsa satuan.

Dasar :

Surat Telegram Pangdam I /BB No. ST /233 / 1996 tgl 1April 1996 ttg Uji Coba Protap yang ada disatuan-satuan dan perbaikan dalam rangka perbaikan serta penyempurnaan.

Surat Pangdam I /BB No. B /491 /VI /1996 tgl 25 juni 1996 ttg merevisi protap yang telah ada disatuanya sesuai acuan Komando Atas.

Tujuan. Protap pembinaan mental tradisi satuan ini bertujuan untuk :
Memberikan pedoman bagi para komamdan satuan Brigif 7/Rimba Raya dalam penyelenggaraan pembinaan tradisi satuan secara tepat dan benar.
Melestarikan hal-hal yang positif agar dapat dilaksanakan secara berlanjut dalam usaha pembinaan satuan.

Meningkatkan jiwa korsa seluruh anggota Brigif 7/Rimba Raya.

Ruang lingkup

Ruang lingkup protap pembinaan mental tradisi ini meliputi hal-hal pokok yang bersangkutan dan dengan pelaksanaan pembinaan tradisi dalam rangka mencapai keberhasilan pembinaan satuan yang disusun dengan sistematika sbb :

 

 

SEJARAH SATUAN

Dasar. Perintah lisan Pangdam I/BB kepada calon Danbrigif 7/Rimba Raya A.n. Letkol Inf Asrobudi, tanggal 04 April 2007 tentang Perintah untuk menggali kembali Sejarah Brigade Infanteri 7/Rimba Raya Kodam I/BB.

6 Sejarah Pembentukan dan Likuidasi.

Sejarah Pembentukan.

Sejarah terbentuknya Brigif-7/Rimba Raya, tidak terlepas dari sejarah pembentukan dan pertumbuhan Kodam I/BB serta perkembangan situasi dan kondisi dalam menghadapi berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri.

Setelah 3 tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 27 Desember 1948 Belanda kembali melakasanakan Agresi Militer yang kedua. Di wilayah kodam I/BB, Belanda menyerang ke arah Asahan, Labuhan Batu, Dairi dan Tapanuli. Kota demi kota mereka duduki sehingga untuk menghadapinya tidak ada alternatif lain bagi pasukan kita untuk melakukan perlawanan, perang Gerilya.

Menjelang perundingan Konferensi Meja Bundar antara pihak Republik Indonesia dan Belanda pada tanggal 13 Desember 1949, Letnan Kolonel AE. Kawilarang ditetapkan sebagai Komandan Komando Tentara dan Teritorium Sumatera Utara di singkat KO. T&T-SU dalam rangka persiapan menerima penyerahan tanggung jawab keamanan dari Belanda.

Sesuai Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 83/Kasad/PHT/1950 tanggal 20 Juni 1950 KO. T&T T-SU meliputi daerah administrasi Aceh, Sumatera Barat dan daerah Riau dengan organisasi kesatuan sebagai berikut :

1) Brigade AA di Aceh.

2) Brigade BB di Sumatera Timur.

3) Brigade CC di Tapanuli.

4) Brigade DD di Riau Daratan.

5) Brigade EE di Sumatera Barat.

Sesuai Surat Keputusan Teritorium I Nomor 247/I/ORG/1951 tanggal 21 Juni 1951, Nama KO. T&T-I/Bukit Barisan.

Dalam perkembangan selanjutnya berdasarkan Surat Perintah Panglima KO. T&T-I/Bukit Barisan Nomor 632/3-ORG /1952 tanggal 6 maret 1952, istilah Brigade dirubah namanya menjadi Resimen Sebagai berikut :

1) Brigade AA di Aceh berubah menjadi Resimen I.

2) Brigade BB di Sumatera Timur berubah menjadi Resimen II.

3) Brigade CC di Tapanuli berubah menjadi Resimen III.

4) Brigade DD di Riau Daratan dan Brigade EE di Sumatera Barat berubah menjadi Resimen IV.

Pada tanggal 27 Desember 1956 Resimen-I di Aceh dipisah dari KO. T&T-I/Bukit Barisan dan kemudian menjadi Komando Daerah Militer Aceh (KDMA) dan Resimen IV dipisah menjadi KDM Sumatera Tengah yang akhirnya berdiri sendiri.

Sejak 01 Januari 1960 KO. T&T-I/Bukit Barisan dirubah namanya menjadi Kodam I/Bukit Barisan, sedangkan KDM Aceh menjadi Kodam I/Iskandar Muda dan KDM Sumatera Tengah menjadi Kodam III/17 Agustus.

Untuk menghadapi pembentukan PRRI diadakan perubahan/pembagian daerah pertempuran menjadi 5 (lima) Komando Daerah Pertempuran (KODP) meliputi:

1) KODP I adalah KMKB Medan.

2) KODP II adalah Resimen II di Pematang Siantar.

3) KODP III adalah Resimen III di Padang Sidempuan.

4) KODP IV adalah Resimen Siliwangi yang diperbantukan di Pematang Siantar.

5) KODP V dibentuk di Balige. Kemudian dihapuskan.

Pada tahun 1961 Pangdam II/BB mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 0372/IV/1961 tanggal 01 April 1961 untuk mendirikan Komando Resor Militer (Korem) sesuai dengan keputusan Kasad sehingga terjadi perubahan selanjutnya sebagai berikut :

1) KODP I menjadi Korem C di Medan.

2) KODP II menjadi Korem A di Pematang Siantar.

3) KODP III menjadi Korem B di Padang Sidempuan.

4) KODP IV menjadi Korem D di Pulau Raja.

5) KODP V dihapuskan.

Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Pangdam II/BB Nomor KPTS-0094/IV/1962 tanggal 28 April 1962 kembali diadakan perubahan nama sebagai berikut :

1) Korem A menjadi Korem 021/Pantai Timur.

2) Korem B menjadi KOrem 022/Kawal Samudera.

3) Korem C menjadi KOrem 023/Dataran Tinggi.

4) Korem D menjadi Brigif 7/Rimba Raya.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam II/BB tersebut, ditetapkan bahwa tanggal 03 Januari 1966, Yonif 121/MK, Yonif 122/Mawas dan Yonif 126/KC dimasukan menjadi organik Brigif 7/Rimba Raya.

Likuidasi.

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam II/BB Nomor Sprin/211/XII/1984 tanggal 07 Desember 1984 Brigif 7/RR dilikuidasi, sementara Yonif 121/MK, Yonif 122/Mawas dan Yonif 126/KC menjadi organik Korem 022/PT.

Nama-nama pejabat Brigade.

Kolonel Inf Mukhsin Tahun 1970 s.d. 1971.
Kolonel Inf Tenteng Ginting Tahun 1971 s.d. 1974.
Kolonel Inf Marzuki Herman Tahun 1974 s.d. 1977.
Kolonel Inf Hardi Harnojatin Tahun 1977 s.d. 1979.
Kolonel Inf Roedito Tahun 1979 s.d. 1982.
Kolonel Inf Sugeng Zainal Tahun 1982 s.d. 1983.
Kolonel Inf Sujono Taruno Tahun 1983 s.d. 1984.
Kolonel Inf Asrobudi TMT 12-04-2007 s.d. 30-04-2009 (Brigjen TNI).
Kolonel Inf Ganip Warsito TMT 30-04-2009 d. 01-12-2010 (Brigjen TMI).
Kolonel Inf Syafrudin TMT 01-12-2013 s.d. 16-02-2012.
Kolonel Inf Sachono, S.H., M.Si. TMT 28-03-2012 s.d. 20 Februari 2014.
Kolonel Inf Purmanto TMT 20 Februari 2014 s.d 25 Februari 2015.
Kolonel Inf Prasetyo TMT 25 Februari 2015 s.d 06 December 2016

Kolonel Inf Dody Triwinarto, SIP TMT 06 December 2016 s.d sekarang

 

Riwayat Dislokasi Satuan.

Tahun 1962 s.d. 1984 ( Likuidasi ) : Belum terdata.

Tahun 2007 :

1) Mabrigif 7/RR : Desa Bandar Kwala Kecamatan Galang. Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

2) Yonif 121/MK : Galang Kabupaten Deli Serdang.

3) Yonif 122/TS : Marehat Kabupaten Simalungun.

– Kipan B-C 122/TS : Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai.

4) Yonif 125/SMB : Kabanjahe Kabupaten Tanah Karo.

a) Kipan A/125/SMB : Balige Kabupaten Tapanuli Utara.
b) Kipan B-C/125/SMB : Sidikalang Kabupaten Dairi.

Likuidasi Brigif 7/Rimba Raya.

Dalam rangka pembangunan kekuatan TNI AD Pimpinan TNI AD telah menata kembali organisasi-organisasi Satuan Operasional termasuk di dalamnya Brigade Infanteri. Hal ini didasari oleh kebijakan pembangunan kekuatan TNI AD tahun 1984-1988 serta perintah operasi KASAD Nomor 01 tanggal 22 September 1984 tentang Reorganisasi TNI AD.

BRIGADE INFANTERI 7/RIMBA RAYA sebagai salah satu Satuan di jajaran TNI AD pada tahun 1985 telah dilikuidasi dan 3 Yonif yaitu Yonif 121/MK, Yonif 122/TS dan Yonif 126/KC secara administrasi dan organik masuk ke dalam Korem 022/PT.

Namun mengingat adanya perubahan situasi global yang berdampak pada kebijakan pembangunan kekuatan TNI AD sampai dengan tahun 2008 serta melalui kajian, maka BRIGADE INFANTERI 7/RIMBA RAYA diaktifkan kembali di Makobrgif 4/DR pada 12 April 2007 oleh KASAD, saat ini untuk Makobrigif 7/RR berada di Galang yang membawahi Yonif 121/MK, Yonif 122/TS dan Yonif 125/SMB organik di Korem 023/KS sedangkan Yonif 126/KC tetap berada di bawah Korem 022/PT.

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]